Kartu Rute Bus Haji Jadi Penentu Arah Jemaah di Makkah, Wajib Dibawa Setiap Saat

ELHARAMAIN NEWS – Mobilitas jemaah haji Indonesia di Makkah makin terorganisir dengan dukungan layanan transportasi dan sistem penunjuk rute. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah kartu rute bus haji yang wajib dibawa jemaah untuk memastikan tidak salah jalur saat menuju Masjidil Haram.

Kartu ini telah digunakan sejak 2014 dan kembali diterapkan pada musim haji 2026 sebagai bagian dari sistem layanan transportasi jemaah. Selain bus Shalawat gratis yang beroperasi 24 jam, kartu rute menjadi panduan utama bagi jemaah selama beraktivitas di kota suci tersebut.

Kepala Bidang Transportasi Daker Makkah, Syarif Rahman, mengatakan setiap jemaah yang tiba di hotel akan langsung menerima kartu rute bersamaan dengan kunci kamar.

“Setiap jemaah pasti mendapatkan kartu rute. Tapi kadang belum semua memahami fungsinya,” ujarnya, di Kantor Daker Makkah, Senin (27/4/2026).

Hindari Salah Naik Bus

Syarif menegaskan kartu rute harus selalu dibawa, terutama saat jemaah hendak berangkat ke Masjidil Haram. Ia menyarankan kartu tersebut disimpan di tas paspor agar mudah diakses.

Fungsi utama kartu ini adalah sebagai penunjuk rute bus yang sesuai dengan lokasi hotel jemaah. Dengan begitu, risiko salah naik bus dapat diminimalisir.

“Misalnya ada yang seharusnya naik bus rute 2, tapi masuk ke rute 1, itu bisa langsung diingatkan,” jelas Syarif.

Selain kartu rute, jemaah juga dilayani bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam tanpa biaya. Layanan ini mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.

Namun, khusus pada hari Jumat, jadwal operasional bus bisa mengalami penyesuaian tergantung kebijakan otoritas Masjidil Haram terkait pengaturan akses terminal.

“Misalnya Jumat pertama bisa ditutup pukul 10 pagi, pekan berikutnya bisa lebih awal. Kami menunggu informasi resmi, lalu diumumkan ke jemaah di hotel,” imbuhnya.

Pada musim haji 2026, sebanyak 452 unit bus Shalawat disiapkan untuk melayani jemaah Indonesia. Ratusan bus tersebut mengoperasikan 21 rute yang tersebar di lima wilayah utama hotel jemaah di Makkah.

Adapun titik akhir perjalanan bus berada di sejumlah terminal utama, yakni Terminal Jiad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir. Layanan ini akan terus beroperasi hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dan jemaah kembali ke Tanah Air.

Related Post