Hadapi Ketidakpastian Global, Kemenhaj Andalkan Jejaring Internasional untuk Mitigasi Haji

ELHARAMAIN NEWS — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menilai penguatan jejaring global menjadi kunci utama dalam menghadapi kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji di tengah dinamika dunia yang terus berubah.

Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kemenhaj, Afief Mundzir, menyebut tantangan global kini semakin beragam, mulai dari aspek kesehatan, keselamatan jemaah, hingga isu perubahan iklim dan geopolitik.

“Penguatan jejaring global menjadi kunci penting dalam mitigasi penyelenggaraan haji. Kita tidak bisa bekerja sendiri menghadapi kompleksitas ini,” kata Afief dalam kegiatan Studium General dan pelantikan Pusat Studi Haji dan Umrah (PSHU) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, pemerintah masih memiliki keterbatasan dalam membangun jejaring kelembagaan secara luas, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi, menjadi sangat penting.

“Perguruan tinggi bisa menjadi mitra strategis dalam memperkuat riset, analisis kebijakan, serta solusi yang aplikatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan PSHU diharapkan tidak hanya menjadi pusat kajian, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium penelitian yang mampu menjembatani kebutuhan antara teori dan praktik penyelenggaraan haji.

Selain itu, Afief juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam merespons ketidakpastian global.

“Kita sedang menyiapkan SDM yang adaptif dan profesional agar mampu merespons dinamika global dengan cepat dan tepat,” katanya.

Ia memastikan bahwa sistem antrean haji nasional tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi meskipun muncul berbagai wacana di masyarakat.

“Kami pastikan sistem antrean tetap berjalan dengan baik dan tidak terganggu,” ucapnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia akademik dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.

Related Post