ELHARAMAIN NEWS — Penguasaan bahasa Arab kini jadi kunci utama dalam pelayanan haji 2026. Pemerintah bahkan menggandeng aparat untuk memperkuat kemampuan komunikasi petugas di Tanah Suci.
Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah menerima kunjungan peserta Dikbangspes Bintara Bahasa Arab dari Lemdiklat Polri di Jakarta.
Direktur Jenderal Bina PHU, Puji Raharjo, menegaskan bahwa kemampuan bahasa Arab menjadi bekal wajib bagi petugas haji.
“Bahasa Arab dasar adalah kunci agar petugas bisa berkomunikasi efektif dalam melayani dan melindungi jemaah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan haji 2026 akan melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Tahun ini menjadi tantangan besar karena merupakan mandat pertama Kementerian Haji dan Umrah dalam menangani sekitar 221 ribu jemaah, di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.
Puji menegaskan, peningkatan kualitas petugas terus dilakukan, termasuk melalui pelatihan bahasa Arab. Bahkan, persiapan haji berikutnya akan langsung dimulai setelah puncak ibadah di Arafah.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur praktik haji ilegal.
“Tidak ada keberangkatan haji tanpa visa haji,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Bina Petugas Haji, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menyebut petugas haji adalah garda terdepan dalam pelayanan, pembinaan, hingga perlindungan jemaah di lapangan.
Kegiatan ini ditutup dengan diskusi interaktif membahas berbagai tantangan teknis pelayanan haji, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan petugas menghadapi musim haji 2026.














