ELHARAMAIN NEWS — Ketidakpastian global, khususnya terkait kenaikan harga energi, mulai membayangi persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Pemerintah Indonesia bersama Arab Saudi kini mengantisipasi dampaknya terhadap biaya penerbangan serta kesiapan logistik jemaah.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Madinah, Minggu (29/3/2026), Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan dan ketersediaan logistik pangan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut digelar usai ziarah dan salat Maghrib bersama di Raudah, serta dihadiri Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat.
Salah satu isu krusial yang dibahas adalah potensi kenaikan harga bahan bakar yang dapat berdampak langsung pada biaya penerbangan jemaah haji.
Abdulfattah menyampaikan bahwa secara umum persiapan haji oleh pemerintah Arab Saudi telah dilakukan secara matang. Namun demikian, dinamika global, khususnya di sektor energi, tetap menjadi perhatian bersama.
“Kenaikan harga bahan bakar perlu diantisipasi agar layanan penerbangan tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dahnil memastikan pemerintah Indonesia akan mengambil langkah-langkah mitigasi guna menjaga kualitas layanan haji, baik dari sisi transportasi maupun konsumsi jemaah selama berada di Tanah Suci.
Ia juga menegaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto tetap berfokus pada keselamatan jemaah, terutama dalam dua aspek utama, yakni keamanan penerbangan dan kesiapan logistik pangan.
Selain transportasi, kesiapan logistik pangan menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil peninjauan ke sejumlah dapur katering di Arab Saudi, pemerintah mendorong agar penyedia konsumsi memiliki cadangan bahan baku hingga tiga bulan, termasuk makanan siap saji untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Langkah ini diharapkan mampu menjamin kenyamanan serta pemenuhan kebutuhan jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.














