ELHARAMAIN NEWS — Pemerintah terus memacu peningkatan kualitas layanan haji 2026 dengan mengandalkan digitalisasi dan inovasi di berbagai sektor. Fokus utama kini diarahkan pada tiga dimensi penting yang jadi tolok ukur kepuasan jemaah.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, menegaskan bahwa kualitas layanan haji harus dibangun di atas fondasi yang jelas dan terukur.
“Kualitas layanan haji harus bertumpu pada tiga dimensi utama, yaitu, kecepatan layanan, ketepatan layanan dan nilai kepuasan, yang diukur dari persepsi jemaah setelah membandingkan pelayanan yang diterima dengan harapan mereka,” ujarnya dalam Rakernas di Asrama Haji Kelas I Tangerang.
Ia menjelaskan, berbagai inovasi kini tengah dikebut, mulai dari digitalisasi layanan akomodasi hingga penerapan sistem fast track untuk mempercepat proses keberangkatan jemaah.
“Selain itu, dilakukan standarisasi layanan konsumsi berbasis produk Nusantara dengan kandungan gizi seimbang serta optimalisasi penggunaan produk dalam negeri,” tambahnya.
Tak hanya itu, peningkatan layanan juga dilakukan pada proses pelunasan biaya haji melalui percepatan verifikasi data serta penguatan sistem informasi berbasis digital.
“Layanan pelimpahan nomor porsi dan pembatalan haji juga disederhanakan dengan memastikan kepastian waktu serta transparansi informasi kepada jemaah,” jelas Ian.
Dalam hal penyampaian informasi, pemerintah kini mengandalkan notifikasi proaktif kepada jemaah.
“Penyampaian informasi kepada jemaah juga diperkuat melalui notifikasi proaktif, termasuk informasi pelunasan, status layanan, hingga refund pembatalan,” tegasnya.
Untuk layanan di Arab Saudi, evaluasi terhadap penyedia layanan (syarikah) juga dilakukan berbasis teknologi dengan sistem monitoring terintegrasi.
Sementara di sektor haji khusus, sistem administrasi berbasis digital terus dikembangkan guna mempercepat proses dan meningkatkan akurasi data.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menargetkan layanan haji 2026 menjadi lebih cepat, transparan, dan benar-benar berorientasi pada kepuasan jemaah.














