ELHARAMAIN NEWS — Penyelenggaraan ibadah umrah terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Pemerintah Arab Saudi kini mengandalkan sistem digital terintegrasi untuk memantau dan mendampingi jamaah sejak dari negara asal hingga tiba di Masjidil Haram.
Pejabat Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Abdurrahman Syams, mengatakan bahwa perjalanan umrah saat ini tidak lagi bergantung pada dokumen fisik. Seluruh proses telah terintegrasi dalam sistem digital yang memudahkan jamaah sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan ibadah.
“Jamaah kini sudah didampingi teknologi sejak sebelum keberangkatan. Semua data perjalanan dan layanan terhubung secara digital,” ujarnya.
Digitalisasi tersebut dijalankan melalui Program Pengalaman Jamaah yang mencakup seluruh rantai perjalanan ibadah haji dan umrah. Salah satu pilar utamanya adalah portal Nusuk, yang berfungsi sebagai sistem pemrosesan visa elektronik sekaligus penyedia kartu identitas digital jamaah.
Melalui Nusuk, jamaah tidak lagi diwajibkan membawa berkas fisik selama perjalanan. Sistem ini juga terhubung dengan layanan Makkah Route, yang memungkinkan proses imigrasi dan pemeriksaan kesehatan diselesaikan langsung di bandara asal. Setibanya di Arab Saudi, jamaah langsung diantar menuju penginapan di Makkah atau Madinah.
Setibanya di Arab Saudi, jamaah akan menerima Kartu Haji Pintar yang memuat identitas digital, jadwal ibadah, lokasi kamar, nomor bus, hingga catatan medis. Kartu ini dapat dipindai menggunakan teknologi NFC oleh petugas.
Selain itu, aplikasi Tawakkalna digunakan untuk menampilkan izin umrah dan status kesehatan jamaah, sekaligus mendukung pemesanan transportasi antar lokasi suci.
Saudi juga menghadirkan gelang pintar Nusuk yang mampu memantau detak jantung dan kadar oksigen jamaah. Gelang ini dilengkapi fitur sinyal darurat serta pesan panduan yang dapat dikirim langsung kepada jamaah saat dibutuhkan.
Transformasi digital juga mencakup sistem e-track yang mengelola kontrak layanan transportasi, konsumsi, dan akomodasi secara elektronik. Sistem ini diklaim meningkatkan transparansi serta menjaga kualitas layanan selama pelaksanaan ibadah.
Aplikasi Nusuk kini tersedia dalam 10 bahasa dan menyediakan lebih dari 120 layanan digital. Platform ini terhubung dengan 25 lembaga pemerintah dan 10 mitra swasta, serta dilengkapi peta real-time dengan 20 ribu titik lokasi, notifikasi kepadatan jamaah, layanan konsultasi keagamaan, hingga asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dalam catatan resmi pemerintah Saudi, sebanyak 1,4 juta kartu Nusuk telah diterbitkan pada musim 2025. Digitalisasi ini disebut berdampak langsung pada peningkatan kepuasan jamaah.
Dalam dua tahun terakhir, tingkat kepuasan jamaah tercatat meningkat dari 74 persen pada 2022 menjadi 81 persen pada 2024. Pemerintah Arab Saudi menilai transformasi digital ini membuat pelaksanaan ibadah umrah dan haji semakin aman, efisien, dan berkesan.














